Kamis, 05 Maret 2020

Ngungkalati: setajam silet


Suasana malam yang dingin dan berkabut setelah hujan sesiangan sangat kontras dengan keadaan di dalam studio lukis milik mas Gatot Pujiarto yang terletak di kawasan dusun Klandungan desa Landungsari Kabupaten Malang. Di dalam studio tersebut terdengar riuh tawa dan canda beberapa perupa muda serta obrolan ringan seputar proses kreatif mereka.
Selain tuan rumah, di situ ada mas Heri Catur (gombloh), Sawir Wirastho, Ahmad Muhlis Siklum, Yoga, Fathur, Ale Sukarno, Juned, Jambrong, Pak Dhe, Awang, dan tentu saja saya. Selasa malam ini (25 Februari 2020) ialah pertemuan ketiga yang saya ikuti. Di pertemuan-pertemuan sebelumnya kami juga berkumpul serta membawa karya masing-masing untuk didiskusikan bersama-sama dengan harapan ada masukan positif kepada setiap perupa. Karya yang dibawa tidak selalu sudah selesai 100%, dengan demikian peserta diskusi akan mengetahui proses kreatif dan perkembangan karya peserta.
Sekitar pukul 20.00 WIB kabut asap (rokok) di dalam ruangan semakin pekat, sehingga jendela harus dibuka agar ada sirkulasi udara dan keadaan kembali segar. Perbincangan diawali oleh Yoga, yang membawa karya lukisnya. Lukisan dibuat pada kanvas dan masih belum 100%. Yoga memaparkan tema lukisannya yang mengangkat toga atau tanaman obat keluarga yaitu binahong. Binahong merupakan tumbuhan menjalar yang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah serta mengembalikan daya tahan tubuh. Bentuk daun dan batang tumbuhan atau tanaman tersebut oleh Yoga distilir menjadi suluran-suluran berwarna magenta dan dijadikan sebagai latar belakang gambar. Pada proses kreatifnya, Yoga menuturkan membuat latar belakang terlebih dahulu secara penuh baru kemudian membuat figur atau obyek-obyek kartunal dengan mendahulukan outline gambar yang berwarna hitam. Salah satu inspirasi obyek-obyek tersebut ialah salamander (makhluk hidup yang bentuknya mirip kadal, dengan tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor yang panjang). Pada proses selanjutnya, situasi jiwa serta ide-ide spontan saat ia melukis langsung diekpresikannya pada kanvasnya.

Diskusi selanjutnya diteruskan oleh Ahmad Muhlis Siklum yang membawa karya 3 dimensinya yang berbentuk kaleng cat semprot (spray paint) dan mengeluarkan kawat-kawat. Kawat-kawat tersebut keluar dari spray gun (bagian yang berfungsi untuk mengeluarkan cat) membentuk komposisi garis-garis lengkung dan ujung kawat itu kembali masuk pada kaleng cat semprot. Ketebalan kawat yang beragam menambah keunikan komposisi “semprotan” kaleng cat tersebut. Keseluruhan karya 3 dimensi itu berwarna putih tulang. Ahmad Muhlis Siklum memaparkan bahwa kaleng cat semprot itu diibaratkan ialah dirinya, dan kawat-kawat yang keluar dari spray gun adalah segala hal (perbuatannya ataupun perkataannya) yang akan kembali kepada dirinya sendiri.

(behind the scene)

Perupa muda berikutnya yang mempresentasikan karyanya ialah Jambrong, namun karya aslinya tidak dibawa, sehingga semua peserta diskusi mengapresiasi melalui foto karya Jambrong yang ada di gawainya masing-masing. Karyanya berupa ranting-ranting pohon yang ia lilit menggunakan kertas tissue dan kemudian dirangkai kait mengkait. Menurutnya karya itu masih 7%, sehingga saat proses diskusi salah satu peserta mengatakan bahwa karya tersebut tak ubahnya tumpukan kayu bakar dan tidak memiliki komposisi yang artistik sama sekali, sontak semua peserta tertawa. Jambrong mengatakan bahwa ranting-ranting pohon yang ia komposisikan itu merupakan pengembangan bentuk huruf-huruf hijaiyah. Dalam forum ini, Jambrong berusaha mencoba alternatif lain dari karya yang biasa ia kerjakan. Jambrong terbiasa berkarya kaligrafi dengan medium kanvas.

Setelah kita semua saling sahut-menyahut berkomentar (ibarat iklan rokok: belum pintar kalo belum komen) karya maupun proses kreatif Jambrong, maka diskusi selanjutnya membicarakan karya Fathur yang berwujud 3 dimensi. Karya Fathur menggunakan bahan plat cetak offset bekas, ada bagian-bagian permukaan yang diolah dan memiliki kontur maupun yang rata apa adanya. Bentuk ayam yang ia deformasikan sedemikian rupa sehingga nyaris kehilangan bentuk ayam itu sendiri (cenderung abstrak sih).

            Dinginnya malam semakin melarutkan seluruh konsentrasi peserta saat mendiskusikan karya Fathur. Dan suasana semakin serius saat mas Heri Catur mengapresiasi karya, aturan-aturan kritik formalistik ia paparkan secara gamblang. Ukuran, jarak, kedudukan, maupun gerak. Saya jadi teringat saat masih kuliah nirmana di kampus, menurut Wucius Wong dalam Principles of Two-Dimensional Design (1972) Unsur-unsur Nirmana terbagi menjadi empat grup, yaitu:
1.  Unsur Konseptual (Sebenarnya unsur ini tidak benar-benar ada namun tetap hadir secara maya untuk membentuk Unsur Visual atau unsur yang tampak)
2.    Unsur Visual (ketika unsur konsepstual tampak menjadi bentuk yang nyata)
3. Unsur Relasional (mengatur penempatan dan keterhubungan antar bentuk dalam komposisi. Beberapa unsur dapat dilihat dan tampak nyata seperti Arah dan Posisi. Sementara itu sebagian unsur hanya hadir untuk dirasakan seperti Ruang dan Gravitasi)
4.  Unsur Praktis (Elemen praktis yang mendasari konten dan perluasan fungsi desain yang dihasilkan ketika suatu desain telah diciptakan, berkaitan dengan representasi, pemaknaan, dan fungsi)
Memang yang paling mendasar dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa ialah dengan memahami hal-hal yang nampak oleh mata, karena hal ini bisa diukur secara obyektif. Walaupun tentu saja banyak faktor yang membuat karya itu “bernilai”.
 Disinilah letak perbincangan-perbincangan seputar proses kreatif kami, segala debat maupun kesepakatan akan menjadi refleksi bagi masing-masing peserta. Tentu saja tergantung hati (jiwa) masing-masing, karena segala diskusi ini ialah proses kami ngungkal ati atau mengasah hati.
Siap-siap untuk diskusi selanjutnya…hehehe J  

Berikut ini foto-foto yang sempat kami simpan











Jumat, 14 Februari 2020

Ero Guro: Kecantikan tanpa racun = membosankan

Maboroshimakura 2, 1972 - Toshio Saeki

Ero guro (nansensu), adalah sebuah genre artistik yang berfokus pada erotisme, korupsi seksual, dan dekadensi (kemerosotan (tentang akhlak); kemunduran (tentang seni, sastra). Sebagai sebuah istilah, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang erotis dan aneh.
Ero guro nansensu merupakan istilah wasei-eigo (adalah kata-kata bahasa Jepang yang dibuat dari menggabungkan dua kata dari bahasa Inggris sehingga terbentuk arti baru yang sama sekali tidak dikenal dalam kosakata bahasa Inggris.) adalah gerakan budaya, seni dan sejarah yang merupakan penggabungan filosofi politik yang berubah menjadi estetika. Seniman, penyair, pembuat film, musisi, dan seni tato telah memadukan konsep pada karya mereka dan menciptakan salah satu gerakan seni pertama yang membentang selama berabad-abad
Hatu, 1972 - Toshio Saeki

Istilah Ero Guro Nansensu berasal dari kata: ero dari "ero(tic)", guro dari "gro(tesque)", dan nansensu dari "nonsense". Dalam kenyataannya, "keanehan" yang tersirat dalam istilah ini merujuk pada hal-hal yang cacat, tidak alami, atau mengerikan. Barang-barang yang bersifat pornografi dan berdarah belum tentu ero guro, dan sebaliknya.
Ero guro nansensu, dicirikan sebagai "Berawal pada masa prewar (sebelum perang), fenomena budaya borjuis yang mengabdikan dirinya untuk eksplorasi yang menyimpang, yang aneh, dan yang konyol," terwujud dalam budaya populer Taisho Tokyo selama tahun 1920-an pada era Shōwa. Periode Shōwa (25 Desember 1926–7 Januari 1989) adalah salah satu nama zaman di Jepang pada abad ke-20. Zaman Shōwa berlangsung pada masa pemerintahan Kaisar Shōwa (Hirohito), sejak Kaisar Hirohito naik tahta pada 25 Desember 1926 hingga wafat pada 7 Januari 1989. Tahun Shōwa berlangsung hingga tahun 64 Shōwa, dan merupakan masa pemerintahan terpanjang dari seorang kaisar di Jepang (62 tahun 2 minggu), walaupun tahun terakhir zaman Shōwa (tahun 64 Shōwa) hanya berlangsung selama 7 hari.

Lucy's Mutation, 2014Takato Yamamoto

Selama zaman Shōwa, Jepang memasuki periode totalitarianisme politik, ultranasionalisme, dan fasisme yang berpuncak pada invasi ke Tiongkok pada tahun 1937. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari masa konflik dan kekacauan di seluruh dunia, seperti halnya Depresi Besar dan Perang Dunia II.

Ecstasy of Linked Circles, 2015Takato Yamamoto

Penulis Ian Buruma menggambarkan suasana sosial saat itu sebagai "hedonisme yang gelisah, kadang-kadang nihilistik yang membawa Weimar Berlin ke pikiran." (Budaya Weimar adalah kemunculan seni dan sains yang terjadi di Jerman selama Republik Weimar, yang terakhir pada saat periode antar perang antara kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I pada 1918 dan Hitler naik ke tampuk kekuasaan pada 1933. pada tahun 1920-an Berlin berada di pusat kesibukan budaya Weimar).

Inspectionism Man, 2012Takato Yamamoto

Akar gaya genre Ero Guro kembali ke seniman seperti Tsukioka Yoshitoshi (1839 - 9 Juni 1892 yaitu seorang seniman Jepang yang secara luas diakui sebagai ahli Ukiyo-e terakhir. Kariernya ada selama dua era yaitu tahun terakhir Jepang feudal kuno, dan tahun pertama Jepang modern baru, Ukiyo-e ialah sebutan untuk teknik cukil kayu yang berkembang di Jepang pada zaman Edo yang digunakan untuk menggandakan lukisan pemandangan, keadaan alam dan kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat. Dalam bahasa Jepang, "ukiyo" berarti "zaman sekarang," sedangkan "e" berarti gambar atau lukisan. Istilah ukiyo-e sekarang semata-mata digunakan untuk lukisan berwarna-warni (nishiki-e) yang dihasilkan teknik cukil kayu (woodprinting), tetapi sebenarnya pada zaman dulu istilah ukiyo-e juga digunakan untuk lukisan asli yang digambar dengan menggunakan kuas). Seniman Ukiyo-e seperti Utagawa Kuniyoshi mempresentasikan tema serupa dengan perbudakan, pemerkosaan dan penyaliban erotis.

Nemurike, 1972 - Toshio Saeki

Ero guro juga merupakan elemen dari banyak film horor Jepang dan pinku eiga, khususnya pada 1960-an dan 1970-an. Ada seniman Ero Guro modern, beberapa di antaranya mengutip Erotic Grotesque Nonsense sebagai pengaruh pada karya mereka. Para seniman ini mengeksplorasi mengerikan yang bercampur dengan nuansa seksual. Seringkali elemen erotis, bahkan ketika tidak eksplisit, digabung dengan tema aneh dan fitur yang mirip dengan karya H. R. Giger. Yang lain memproduksi karya ero guro dengan tema pornografi seperti hentai Jepang yang melibatkan darah, kengerian, cacat, kekerasan, mutilasi, urin, enema, atau feses. Seniman manga guro terkenal termasuk Suehiro Maruo, Hajime Yamano, Jun Hayami, Go Nagai, Shintaro Kago, Toshio Maeda, Henmaru Machino, Yamamoto Takato, Horihone Saizo, dan Waita Uziga.
Madoromi, 2015Toshio Saeki

Dalam suatu wawancara dengan Artsy, Toshio Saeki mengatakan "Visi yang saya perlihatkan kepada orang-orang adalah hal-hal yang tidak dapat dipahami dari ero [erotika] dan misteri," kata Saeki kepada Artsy. "Jika kenyataan yang tersembunyi di jiwaku — bahkan jika itu hanya bagian terkecil darinya - mampu membangkitkan sesuatu di mata penonton, maka niatku telah tercapai." 
Toshio Saeki adalah seorang ilustrator, pelukis, dan “Godfather of Japanese Erotica” telah meninggal pada usia 74 tahun (Lahir pada tahun 1945 di Miyazaki - Meninggal 21 November 2019).
Nagusame, 1976Toshio Saeki


Selasa, 11 Februari 2020

Environmental Art: Bekerja dengan alam secara keseluruhan


Cairn, 1997 - Andy Goldworthy

Environmental Art (Seni lingkungan) adalah serangkaian praktik artistik yang mencakup pendekatan historis terhadap alam dalam seni dan jenis karya yang termotivasi secara ekologis dan bermotivasi politik. Seni lingkungan telah berevolusi dari kepedulian formal, bekerja dengan bumi sebagai bahan pahatan, menuju hubungan yang lebih dalam dengan sistem, proses dan fenomena dalam hubungan dengan kepedulian sosial. Pendekatan sosial dan ekologis yang terintegrasi dikembangkan sebagai sikap etis dan restoratif muncul pada 1990-an.
Boulder on the Chalk Stones TrailAndy Goldworthy

Menurut Andy Goldsworthy, "Setiap karya tumbuh, tetap, meluruh (hancur) - bagian integral dari siklus yang ditunjukkan foto pada ketinggiannya, menjadi sebuah penanda waktu ketika pekerjaan itu sedang dikerjakan adalah sesuatu yang paling hidup. Ada intensitas tentang pekerjaan pada puncaknya yang saya harap adalah dinyatakan dalam gambar. Proses dan pembusukan tersirat.
Environmental Art sebagai "gerakan (movement)" dimulai pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, muncul karena meningkatnya kritik terhadap bentuk dan praktik pahatan tradisional yang semakin lama semakin ketinggalan zaman dan berpotensi tidak selaras dengan lingkungan alam.
Dalam environmental art, perbedaan penting dapat dibuat antara seniman lingkungan yang tidak mempertimbangkan kemungkinan kerusakan lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh karya seni mereka, dan mereka yang tujuannya adalah untuk tidak membahayakan alam.
Phase mother earth, 2008 - Nobuo Sekine

Istilah "Environmental Art" seringkali mencakup masalah "ekologis" tetapi tidak spesifik untuk mereka. Ini terutama merayakan hubungan seniman dengan alam menggunakan bahan-bahan alami. Konsep ini paling baik dipahami dalam hubungannya dengan seni bumi / daratan yang bersejarah dan bidang seni ekologi yang berkembang. Lapangan ini interdisipliner dalam kenyataan bahwa seniman lingkungan merangkul ide-ide dari sains dan filsafat. Praktik ini mencakup media tradisional, media baru, dan bentuk produksi sosial yang kritis. Pekerjaan mencakup berbagai kondisi lanskap / lingkungan dari pedesaan, hingga pinggiran kota dan perkotaan serta industri perkotaan / pedesaan.

South bank circle,1991 - Richard Long

Dapat dikatakan bahwa Environmental Art (seni lingkungan) dimulai dengan lukisan gua Paleolitik nenek moyang kita. Meskipun tidak ada bentang alam (belum) ditemukan, lukisan gua mewakili aspek-aspek alam lainnya yang penting bagi manusia purba seperti binatang dan tokoh manusia. "Itu adalah pengamatan prasejarah tentang alam. Dalam satu atau lain cara, alam selama berabad-abad tetap menjadi tema preferensial seni kreatif." Contoh-contoh karya Environmental Art (seni lingkungan) yang lebih modern berasal dari lukisan dan representasi lanskap. Ketika seniman melukis di tempat mereka mengembangkan hubungan yang mendalam dengan lingkungan sekitar dan cuacanya dan membawa pengamatan dekat ini ke kanvas mereka. 


Observatorium - Robert Morris


Jumat, 07 Februari 2020

Stuckisme: "Your paintings are stuck, you are stuck! Stuck! Stuck! Stuck!"


Breakdown - Philip Absolon (uploaded 2008, date of creation not known)

Stuckism adalah gerakan seni internasional yang didirikan pada 1999 oleh Billy Childish dan Charles Thomson untuk mempromosikan seni lukis figuratif yang bertentangan dengan seni konseptual. Pada Mei 2017 grup awal dari 13 seniman Inggris kemudian berkembang menjadi 236 grup di 52 negara. Childish dan Thomson telah mengeluarkan beberapa manifesto. Yang pertama adalah The Stuckists, yang terdiri dari 20 poin dimulai dengan "Stuckism is a quest for authenticity" (Stuckism adalah pencarian keaslian). Remodernisme, manifesto terkenal lainnya dari gerakan ini, adalah kritik terhadap postmodernisme; itu bertujuan untuk kembali ke semangat modernisme sejati, untuk menghasilkan seni dengan nilai spiritual terlepas dari gaya, subjek atau medium. Dalam manifesto lain mereka mendefinisikan diri sebagai anti-seni yang bertentangan dengan seni dan seni.


Billy and Dolli,1996 - Billy Childish

Setelah dipamerkan di galeri kecil di Shoreditch, London, pertunjukan pertama Stuckists di sebuah museum publik utama diadakan pada 2004 di Walker Art Gallery, sebagai bagian dari Liverpool Biennial. Kelompok ini telah berdemonstrasi setiap tahun di Tate Britain melawan Turner Prize sejak tahun 2000, kadang-kadang mengenakan kostum badut. Mereka juga keluar sebagai oposisi terhadap Seniman Muda Inggris yang dilindungi oleh Charles Saatchi.
survivor, 2001 - Godfrey Blow

Meskipun lukisan adalah bentuk artistik yang mendominanasi Stuckism, beberapa seniman  juga menggunakan media lain seperti fotografi, patung, film dan kolase juga bergabung, dan berbagi perlawanan Stuckist terhadap konseptualisme dan seni-ego.
Nama "Stuckism" diciptakan pada Januari 1999 oleh Charles Thomson sebagai tanggapan terhadap puisi yang dibacakan kepadanya beberapa kali oleh Billy Childish. Di dalamnya, Childish membacakan bahwa mantan pacarnya, Tracey Emin mengatakan dia "terjebak! Terjebak! Terjebak!" dengan seni, puisi, dan musiknya. Belakangan pada bulan itu, Thomson mendekati Childish dengan maksud untuk ikut mendirikan sebuah kelompok seni yang disebut Stuckism, yang disetujui Childish, dengan dasar bahwa Thomson akan melakukan pekerjaan untuk kelompok itu, karena Childish sudah memiliki jadwal penuh.
Ada sebelas anggota pendiri lainnya: Philip Absolon, Frances Castle, Sheila Clark, Eamon Everall, Ella Guru, Wolf Howard, Bill Lewis, Sanchia Lewis, Joe Machine, Sexton Ming, dan Charles Williams. Keanggotaan telah berkembang sejak didirikan melalui kolaborasi kreatif: kelompok ini awalnya dipromosikan berkarya di bidang lukis, namun para anggotanya ternyata juga berkarya di berbagai media lainnya, termasuk puisi, fiksi, pertunjukan, fotografi, film dan musik.

Sailor Barfight 1981,2010 - Joe Machine

The Laughter of Small White Dogs (uploaded 2008)  - Bill Lewis

Kamis, 30 Januari 2020

Seni Jalanan (street art): "keterlaluan bukan karena apa yang dikatakannya, tetapi di mana karya itu ditemukan"

A Thousand Times NOBahia Shehab

Seni jalanan adalah seni visual yang dibuat di lokasi-lokasi publik, pada umumnya karya seni dibuat tanpa izin sama sekali di ruang publik. Istilah lain untuk jenis seni ini adalah "urban art""guerrilla art""independent public art""post-graffiti", dan "neo-graffiti". Bentuk dan media pada umumnya meliputi penggunaan cat semprot grafiti, grafiti stensil, perpaduan seni poster, seni stiker, instalasi jalan, dan patung. Proyeksi video dan seni rajut juga mendapatkan popularitas di awal-awal pergantian abad ke-21.
Seni jalanan adalah suatu bentuk karya seni yang ditampilkan di sebuah ruang publik. Banyak contoh karya seni jalanan yang dimunculkan dalam bentuk guerrilla art (biasanya berupa propaganda tertentu), dibuat dengan tujuan membuat pernyataan publik tentang masyarakat. Karya-karya tersebut telah beralih dari periode awal seni grafiti dan vandalisme ke mode baru di mana seniman bekerja untuk membawa pesan, atau hanya keindahan sederhana kepada penikmatnya.
Beberapa seniman menggunakan "smart vandalism" sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran akan masalah sosial dan politik. Namun tak jarang para seniman hanya melihat ruang kota sebagai suatu bentuk yang dimanfaatkan untuk karya seni pribadi, sementara beberapa seniman yang lain mungkin lebih senang dengan tantangan dan risiko yang terkait dengan pemasangan karya seni terlarang di tempat-tempat umum. Motif yang umum adalah bahwa menciptakan seni dengan format memanfaatkan ruang publik memungkinkan seniman untuk lebih dikenal khalayak umum daripada jika mereka memamerkan karya pada galeri-galeri seni.
Sementara seniman grafiti tradisional umumnya menggunakan cat semprot untuk menghasilkan karya mereka, "seni jalanan" meliputi banyak media lain, seperti seni LED, ubin mosaik, mural, seni stensil, seni stiker, patung "Lock On" (Lock On adalah genre seni jalanan, di mana seniman membuat instalasi dengan menempelkan pahatan ke sarana publik menggunakan rantai panjang dan kunci sepeda tua, biasanya dipasang pada pagar atau lampu jalan dengan semacam gembok, dan dilakukan tanpa izin), instalasi jalanan, pembuatan bir gandum (arak/tuak), pengeboman benang (dalam bahasa inggris disebut yarn bombing yaitu semacam seni rajut yang ditutupkan/dikaitkan pada benda-benda yang berada di ruang publik), dan penyeimbangan batu (rock balancing). Bentuk-bentuk media baru seperti proyeksi ke gedung-gedung kota besar (video mapping) adalah alat yang semakin populer bagi seniman jalanan — dan ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak yang murah memungkinkan seniman jalanan menjadi lebih kompetitif dengan iklan perusahaan. Sama halnya seperti perangkat lunak open source, seniman dapat menciptakan seni untuk ranah publik dari komputer pribadi mereka, juga menciptakan hal-hal gratis yang bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang menghasilkan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan.

Callwaiting - Mark Jenkins

Beberapa pengamat menggunakan istilah "independent public art" (seni publik independen) untuk menggambarkan jenis seni jalanan, yang juga meliputi karya di tempat-tempat terpencil yang mungkin tidak dikunjungi oleh masyarakat (biasanya karya yang mengangkat tema lingkungan atau enviromental art), dan mungkin juga berumur pendek. Contoh singkat asap berwarna di hutan, atau karya yang berupa penyeimbangan batu (rock balancing)/ Beberapa karya juga dibuat dan diletakkan di bawah air.
Slogan-slogan protes dan komentar politik atau sosial yang dibuat pada dinding publik adalah cikal bakal grafiti modern dan seni jalanan, dan berlanjut sebagai salah satu aspek dari genre (aliran seni). Seni jalanan dalam bentuk teks atau gambar ikon sederhana di tengah ikon perusahaan menjadi simbol yang populer namun misterius di setiap suatu daerah atau suatu masa. Sebagian memuji grafiti Kilroy Was Here (Kilroy adalah simbol Amerika yang menjadi populer selama Perang Dunia II, biasanya terlihat dalam coretan. Asal usulnya diperdebatkan, tetapi frasa dan corat-coret yang menyertainya menjadi terkait dengan GI pada tahun 1940-an: seorang pria berkepala botak (kadang-kadang digambarkan memiliki beberapa rambut) dengan hidung menonjol mengintip ke dinding dengan jari-jarinya mencengkeram dinding.) dari masa Perang Dunia II sebagai salah satu contoh awal; gambar garis sederhana dari seorang pria berhidung panjang yang mengintip dari balik birai (pagar/dinding rendah di tepi jembatan/tangga)


Kilroy Was Here - simbol populer selama Perang Dunia ke-2

Penulis Charles Panati secara tidak langsung menyentuh daya tarik umum seni jalanan dalam deskripsinya tentang grafiti "Kilroy" sebagai "keterlaluan bukan karena apa yang dikatakannya, tetapi di mana karya itu ditemukan"


Beberapa contoh karya Street Art

Some people have been imprisoned so you can live freely Bahia Shehab


Bahia Shehab adalah profesor desain dan pendiri program desain grafis di The American University di Kairo di mana dia telah mengembangkan kurikulum desain penuh terutama berfokus pada budaya visual dunia Arab. Dia telah mengajar lebih dari empat belas kursus tentang topik tersebut. Dia sering mengajar internasional tentang budaya dan desain visual Arab, pendidikan desain dan pengembangan kurikulum, warisan budaya Islam, dan praktik seninya.

I will Dream – Mahmoud Darwish poem 2017 Bahia Shehab


Rebel cats - Bahia Shehab


Wall and Peace - Banksy

Banksy adalah seorang seniman grafiti, aktivis politik dan sutradara film yang berbasis di Inggris. Seni jalanan yang satir dan epigrams subversif, menggabungkan humor gelap dengan grafiti dieksekusi dalam teknik stensil yang khas. Karya-karyanya tentang komentar politik dan sosial diekspresikan di jalan-jalan, tembok, dan jembatan kota-kota di seluruh dunia. Karya Banksy tumbuh dari kegiatan bawah tanah (underground) di Bristol, yang melibatkan kolaborasi antara seniman dan musisi. Banksy mengatakan bahwa ia terinspirasi oleh 3D, seorang seniman grafiti yang kemudian menjadi anggota pendiri kelompok musik Inggris Massive Attack.
Banksy memajang karya seninya di bidang yang terlihat oleh publik seperti dinding dan benda-benda penyangga fisik yang dibangun sendiri. Banksy tidak menjual foto atau reproduksi grafiti jalanannya, tetapi seorang juru lelang seni yang terkenal mencoba untuk  menjual karya seni jalanannya di lokasi dan meninggalkan masalah terkait penghapusan karyanya di tangan penawar yang menang. Banksy menciptakan film dokumenter, Exit Through the Gift Shop, yang disebut sebagai "film bencana seni jalanan pertama di dunia", yang memulai debutnya di Sundance Film Festival 2010. Film ini dirilis di Inggris pada 5 Maret 2010. Pada Januari 2011, ia dinominasikan pada Academy Award sebagai Film Dokumenter Terbaik untuk film tersebut. Pada 2014, ia dianugerahi Person of the Year di Webby Awards 2014.
Banksy terinspirasi oleh seniman lokal dan karyanya adalah bagian dari aktivitas bawah tanah di Bristol yang lebih besar dengan Nick Walker, Inkie dan 3D. Selama waktu ini ia bertemu dengan fotografer Bristol yaitu Steve Lazarides, yang kemudian menjual karya Banksy dan lalu menjadi agennya. Pada tahun 2000 Banksy beralih ke seni stensil setelah menyadari betapa lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah karya. Dia mengklaim dia berubah menjadi stensil saat bersembunyi dari polisi di bawah truk sampah, ketika mereka melihat nomor seri stensil dan dengan menggunakan teknik inilah dia segera menjadi lebih dikenal luas untuk seni di sekitar Bristol dan London. Mural dinding besar pertama yang diketahui Banksy adalah The Mild Mild West yang dilukis pada 1997 untuk meliput iklan kantor mantan pengacara di Stokes Croft di Bristol. Ini menggambarkan boneka beruang melemparkan bom Molotov di tiga polisi anti huru hara.

The MIld Mild West - Banksy

Stensil Banksy menampilkan gambar yang mencolok dan lucu yang kadang-kadang dikombinasikan dengan slogan. Pesannya biasanya anti perang, anti kapitalis atau anti kemapanan. Subjek sering termasuk tikus, kera, polisi, tentara, anak-anak, dan orang tua.
Pada bulan Juli 2011 salah satu karya awal Banksy, Gorilla in a Pink Mask, yang telah menjadi tengara terkemuka di dinding eksterior bekas klub sosial di Eastville selama lebih dari sepuluh tahun, tanpa disadari dilukis setelah tempat itu menjadi pusat budaya Muslim.

Gorilla in a Pink Mask - Banksy

Laugh Now, 2002 Banksy


Shadowman Paramour, 1982 - Richard Hambleton


Richard Hambleton adalah seniman konseptual yang berbasis di Lower East Side, New York. Rekam jejak pamerannya mencakup lebih dari tiga dekade dan mencakup karya dari yang ia kerjakan di jalanan maupun di studio. Hambleton adalah tokoh integral dalam gerakan seni jalanan tahun 80-an yang termasuk orang-orang seperti Jean-Michel Basquiat dan Keith Haring. Proyek-proyeknya terus menjadi inspirasi bagi seniman jalanan dan konseptual yang  bermunculan saat ini.
Image Mass Murder, 1977 Richard Hambleton

Proyek seni publik pertama Hambleton yang dipublikasikan secara luas adalah seri dari 1976-1979 berjudul "Image Mass Murder." Dengan seri ini, Hambleton menampilkan adegan pembunuhan fiktif, seringkali grafis, menggunakan garis besar kapur dan cat merah di daerah perkotaan yang disebut "Low Crime" {kejahatan tingkat rendah). Pada tahun 1982, Hambleton memulai proyek seni urbannya yang paling banyak dikenal, seri "Shadowman". Hambleton melukis sosok bayangan ke lanskap Kota New York 1982-1986. Dia terus mengeksplorasi lanskap dalam seri terbarunya, "The Beautiful Paintings." Artikel utama tentang Hambleton dapat ditemukan di Art in America, Life Magazine, People, dan diantaranya juga diterbitkan oleh The New York Times.
Shadowman 34e 12th street, 1982 Richard Hambleton

Metro Tag - TAKI 183


TAKI 183 adalah "tag" seorang penulis grafiti Yunani yang aktif selama akhir 1960-an dan awal 1970-an di New York City. Penulis, yang bernama Dimitrios, tidak pernah mengungkapkan nama lengkapnya.
TAKI 183 aktif selama akhir 1960-an dan awal 1970-an di New York City. Tag-nya adalah kependekan dari "Dimitraki", sebuah alternatif untuk nama kelahirannya Yunani Dimitrios, dan nomor 183 berasal dari alamatnya di 183rd Street di Washington Heights. Dia bekerja sebagai pembawa pesan kaki di New York City dan akan menulis nama panggilannya di jalan-jalan yang sering dia kunjungi.
Pada 21 Juli 1971, The New York Times memuat artikel tentang dia di halaman depan bagian dalamnya, berjudul "Taki 183" Spawns Pen Pals. TAKI 183 memacu penandaan (tag) kompetitif di New York City saat penandaannya (tag) ditiru oleh ratusan pemuda di lima wilayah. Mereka yang paling banyak mengangkat nama mereka dan yang mengembangkan tanda tangan menjadi dikenal di komunitas mereka. Graffiti menjadi cara bagi banyak orang muda untuk mencoba mendapatkan perhatian dan perhatian yang diterima TAKI 183 memacu hal ini. Dalam sebuah wawancara dengan New York Daily News 9 April 1989, ia berbicara tentang pengunduran dirinya sebagai penulis grafiti: "Segera setelah saya masuk ke sesuatu hal yang lebih produktif dalam hidup saya, saya berhenti. Akhirnya saya masuk ke bisnis, menikah, membeli rumah, punya anak. Tidak membeli mobil station wagon, namun aku tumbuh dewasa, kalian bisa bilang seperti itu."
Dikabarkan dia menjadi inspirasi untuk film 1985 yang berjudul Turk 182Graffitinya juga muncul di film tahun 1985 yang berjudul Just One of the Guys.
Taki 183 spawns pen pals - TAKI 183

Desordes, 2012 -  BLU

BLU adalah nama samaran seorang seniman Italia yang menyembunyikan identitas aslinya. Ia dilahirkan di Senigallia. Dia tinggal di Bologna dan telah aktif dalam seni jalanan sejak 1999. BLU mulai bereksperimen dengan animasi digital, dan ia menciptakan klip video pendek interaktif yang digunakan sebagai kontribusi visual untuk pertunjukan musik langsung dari kolektif OK NO.
Kolaborasi dengan Ericailcane memiliki hasil terbaik dari 2003 hingga 2006. Kedua karakter saling melengkapi; sementara Blu sedang melukis tokoh manusia khasnya, Ericailcane, membuat binatang-binatang khasnya. Kedua seniman, teman dalam kehidupan nyata, terus bekerja bersama, meskipun lebih jarang.

Mulai tahun 2004, beberapa galeri seni memperhatikan nilai artistik BLU dan mengundangnya untuk mengambil bagian dalam pertunjukan tunggal dan kolektif. Akan tetapi BLU, sepanjang karier mudanya, berusaha membatasi kehadirannya di dunia seni resmi, lebih memilih wilayah-wilayah lain.

Alberner Hafen Gebäude Wien  -  BLU

Corcovado - BLU


Tape Giraffe - Mark Jenkins

Mark Jenkins (lahir di Alexandria, Virginia 1970) adalah seorang seniman Amerika yang membuat instalasi jalanan patung. Pada prakteknya, Mark Jenkins menggunakan konsep "jalan adalah panggung" di mana patung-patungnya berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya termasuk pejalan kaki yang secara tidak sadar menjadi aktor. Instalasinya sering menarik perhatian pengguna jalan. Karya-karya Jenkins umumnya menggunakan plakban atau solasi plastik yang dibentuk menjadi sebuah patung figuratif.

Storker - Mark Jenkins


Mark Jenkins